Ketum Wartawan Ciber Indonesia Instruksikan Jajaran Pantau Program Ketahanan Pangan Bumdes: Temukan Penyimpangan, Laporkan!
Sukabumi – Ketua Umum Wartawan Ciber Indonesia (Wanci) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan jurnalis siber di daerah untuk turun langsung ke lapangan. Mereka diperintahkan memantau ketat pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Langkah tegas ini diambil menyusul banjirnya aduan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan anggaran Bumdes. Praktik culas tersebut dinilai sangat merugikan warga desa dan merusak program strategis nasional.
Respons Cepat Atas Aduan Masyarakat
Ketua Umum Wartawan Cyber Indonesia menegaskan bahwa media siber harus menjadi garda terdepan dalam mengawal uang rakyat. Dana desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan seharusnya menjadi solusi ekonomi warga, bukan menjadi ladang korupsi oknum tidak bertanggung jawab.
“Banyak sekali laporan yang masuk dari masyarakat mengenai penyelewengan anggaran Bumdes. Ini tidak boleh dibiarkan. Saya perintahkan seluruh wartawan cyber di Indonesia untuk terjun ke desa-desa, cek fisik proyeknya, dan audit sosial distribusinya,” tegas Ketum wanci dalam keterangan persnya di Sukabumi, Senin (22/6/2026).
Jangan Ragu Laporkan Penyimpangan
Dalam instruksinya, Ketum juga meminta para jurnalis untuk bekerja secara profesional dan objektif. Namun, ia menggarisbawahi agar seluruh jajaran tidak gentar atau ragu jika menemukan bukti-bukti penyelewengan di lapangan.
Ada tiga poin instruksi utama yang wajib dijalankan oleh seluruh jurnalis cyber:
- Investigasi Lapangan: Memeriksa kesesuaian anggaran ketahanan pangan Bumdes dengan realisasi fisik di desa.
- Gali Suara Warga: Membuka ruang komunikasi bagi masyarakat desa untuk bersuara tanpa rasa takut.
- Aksi Laporkan: Segera menyusun laporan jurnalistik yang valid dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.
Menjaga Kedaulatan Pangan Desa
Program ketahanan pangan melalui Bumdes merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Penyelewengan terhadap anggaran ini sama saja dengan menyengsarakan masyarakat desa secara langsung.
“Wartawan cyber bukan hanya sekadar penulis berita, kita adalah penyambung lidah masyarakat dan pengawas kebijakan. Jika Bumdes tidak transparan dan merugikan rakyat, tugas kita untuk membongkarnya demi keadilan,” pungkasnya. (Red)
You may also like
-
Situs Sejarah Gunung Rompang Terbengkalai, Pemdes Loji Sukabumi Dorong Potensi Wisata yang Menjanjikan
-
Mengintip Potensi Perikanan Situ Talanca Loji yang Tak Pernah Sepi dari Pemburu Ikan
-
Gagap Aturan UU KIP, WANCI Sebut Sidang PSI Bakal Telanjangi Buruknya Kinerja Pimpinan Badan Publik
-
Akademisi dan PNS Pimpin Badan Publik tapi Alergi UU KIP, Ketum Wanci: Ada Apa dengan Kinerjanya?
-
Ketum Wanci Ajak Pers Kawal Proses Hukum Dugaan Pelecehan Anak di Cisolok: Jangan Sampai Pelaku Lolos!