WANCI Agendakan Turun Lapangan, Cek Realisasi Dana Ketahanan Pangan 10 Desa di Cilograng
Lebak – Pengawasan ketat terhadap perputaran anggaran negara di tingkat desa terus ditingkatkan. Ketua Umum Wartawan Ciber Indonesia (WANCI) secara resmi menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memantau langsung perkembangan program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kecamatan Cilograng.
Instruksi tegas tersebut disampaikan oleh Asisten Teritorial WANCI, A. Salim. Ia menegaskan bahwa perintah ini diturunkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) WANCI, Encep Nurjana, demi memastikan uang rakyat berdampak nyata.
Sebagai langkah awal, Sekjen WANCI Encep Nurjana sebenarnya telah mendatangi kantor Kecamatan Cilograng pada Jumat (26/06/2026). Kedatangannya bertujuan untuk menggali informasi awal dan mengonfirmasi realisasi program kepada Camat Cilograng, Tatang Kusmana. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil karena Camat sedang memiliki agenda kegiatan lain di luar kantor menurut keterangan staf kecamatan.

Meski demikian, pihak WANCI telah mengantongi data resmi mengenai besaran anggaran ketahanan pangan tahun 2025 di 10 desa yang ada di Kecamatan Cilograng. Nilai anggaran di tiap desa berkisar antara Rp170 juta hingga lebih dari Rp260 juta.Berikut adalah rincian data anggaran ketahanan pangan per desa yang dihimpun oleh tim Wartawan Siber Indonesia:
Desa Pasir Bungur: Rp268.600.000
Desa Cibareno: Rp227.700.000
Desa Cireundeu: Rp218.712.000
Desa Girimukti: Rp215.000.000
Desa Cijengkol: Rp213.000.000
Desa Lebak Tipar: Rp192.000.000
Desa Cikamunding: Rp190.925.000
Desa Cikatomas: Rp190.135.000
Desa Cilograng: Rp189.714.000
Desa Gunung Batu:Rp170.000.000
Menanggapi data tersebut, A. Salim memaparkan bahwa anggaran dengan total miliaran rupiah ini seharusnya menjadi stimulus positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat bawah.
WANCI berkomitmen tidak akan tinggal diam dalam mengawal hak publik.”Kami akan segera meninjau langsung ke lapangan untuk melihat realisasi fisik dan penggunaan anggaran ketahanan pangan tersebut,” tegas Salim menutup pembicaraan.